VI - Media Pembelajaran Bahasa Arab - PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK PEMBELAJARAN MAHARAH KITABAH



BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Pembelajaran merupakan satu kajian yang patut diperhatikan dan dipedulikan dengan seksama. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, disamping guru dituntut mampu menguasai metode, teknik dan strategi, guru juga dituntut mampu mengembangkan media pembelajaran yang akan digunakan, karena media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran demi tercapainya tujuan yang dimaksudkan.
Minat tidak tumbuh secara naluriah, akan tetapi dibutuhkan suatu rangsangan-rangsangan tertentu untuk menimbulkan suatu ketertarikan. Oleh karena itu, agar siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap suatu pembelajaran maka seorang guru harus memberikan stimulus untuk menumbuhkan minat tersebut.
Salah satu usaha untuk menumbuhkan hal itu adalah dengan penggunaan media pembelajaran secara terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Karena fungsi media dalam kegiatan tersebut disamping sebagai penyaji stimulus, informasi, sikap dan lain-lain juga untuk meningkatkan keserasian dalam penerimaan informasi. Dalam hal-hal tertentu media juga berfungsi untuk mengatur langkah-langkah kemajuan serta untuk memberikan umpan balik.
Sejauh ini telah banyak perubahan sikap para ahli terhadap peran menulis dalam program pengajaran bahasa. Tulisan merupakan bentuk pengibaratan besar yang dibuat oleh manusia, dan manusia memulai sejarah peradabannya ketika menulis sebuah tulisan. Sejarah peradaban akan hilang pada saat manusia tidak menuliskan sesuatu yang telah dipelajarinya. Aktivitas menulis memungkinkan siswa untuk memikirkan pengalaman yang mereka miliki.
Dalam mengungkapkan perasaan atau pikiran secara tertulis, seorang pemakai bahasa memiliki lebih banyak kesempatan untuk persiapan dan mengatur diri, baik dalam hal apa yang akan diungkapkan maupun bagaimana cara mengungkapkannya.
Dari itu, kami pemakalah akan menjelaskan tentang penggunaan media gambar untuk pembelajaran maharah kitabah (menulis), serta menjelaskan strategi dan proses pembelajaran maharah kitabah dengan media gambar ini, karena maharah kitabah atau ketrampilan menulis merupakan salah satu ketrampilan yang mendasar dari keempat ketrampilan berbahasa yang lain.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, kami merumuskan beberapa masalah yaitu sebagai berikut:
1.        Apa pengertian Media Pembelajaran?
2.        Apa saja macam-macam Media Pembelajaran?
3.        Bagaimana pengertian, macam-macam, kelebihan dan kekurangan serta kriteria pemilihan Media Gambar?
4.        Bagaimana penggunaan Media Gambar untuk Pembelajaran Maharah Kitabah?

1.3    Tujuan
Mengacu pada rumusan masalah, maka ada beberapa tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk:
1.        Mengetahui pengertian Media Pembelajaran
2.        Mengetahui macam-macam Media Pembelajaran
3.        Mengetahui dan memahami pengertian, macam-macam, kelebihan dan kekurangan serta kriteria pemilihan Media Gambar
4.        Mengetahui dan mampu mengaplikasikan penggunaan Media Gambar untuk Pembelajaran Maharah Kitabah


BAB II
PEMBAHASAN


2.1    Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah dapat diartikan sebagai perantara atau pengantar. Lesle J. Briggs (1979), menyatajan bahwa media pembelajaran sebagai “The phisyical means of conveying instructional content… book, fils, videotapes, etc. Lebih jauh Briggs menyatak media adalah alat untuk member perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar.
Rossi dan Breidle (1966), mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, Koran, majalah, dan sebagainya. Menurut Rossi, alat-alat semacam radio dan televise kalau digunakan dan deprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran. Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. (Dr. Wina Sanjaya, 2009: 205).
Selain pengertian di atas, Asnawir dan M. Basyiruddin Usman berpendapat bahwa secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Associastion for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang diperlukan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipilasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksioanal.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien (siswa) untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performen mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. (Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, 2002: 11)

2.2    Macam-macam Media Pembelajaran
Banyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyamapaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat media tersebut. sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media. Jadi banyak tenaga ahli mengelompokkan klasifikasi media tergantung dari sudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.  
Macam-macam media jika dilihat dari berbagai sudut pandang adalah sebagai berikut:
1.    Macam-macam media dilihat dari sisi komponennya
Apabila dilihat dari sisi komponennya, terdiri dari dua bagian (Hujair AH. Sanaky, 2009 :21), yaitu:
a.       Hadware (perangkat keras), berfungsi untuk menampilkan komponen perangkat lunak. Bentuk alatnya sperti, radio, tape recorder, OHP-OHT, Video, VCD, Komputer, dan sebagainya.
b.      Software (perangkat lunak), bahan atau program yang ditampilkan dengan bantuan hadware. Artinya, bahan atau materi pelajaran yang diterima pembelajar melalui suatu alat atau hadware, yaitu pembelajar yang belajar dengan mendengarkan suara dari pita suara dan bukan dari tape recordernya.

2.    Macam-macam media dilihat dari jenisnya
Dilihat dari jenisnya media dapat digolongkan menjadi dua macam (Ahmad Muhtadi Anshor, 2009: 89), yaitu:
a.         Media audio; adalah media pembelajaran yang menuntut pembelajar untuk menggunakan indera pendengaran secara dominan. Bahan pelajaran yang diterima pembelajar melalui media yang mengandalkan pengalaman pendengaran. Seperti: radio, tape recorder, rekaman, atau alat musik lainnya.
b.        Media visual; adalah media pembelajaran yang menuntut pembelajar untuk menggunakan indera penglihatan secara dominan. Bahan pelajaran yang diterima pembelajar melalui media yang mengandalkan pengalaman penglihatan. Seperti: papan tulis, benda peraga, gambar dan foto, kartu dan lain-lain.
c.         Media audio visual; adalah media pembelajaran yang menuntut pembelajar untuk menggunakan indera penglihatan dan pendengaran. Bahan pelajaran yang diterima pembelajar melalui media yang mengandalkan pengalaman penglihatan dan pendengaran. Seperti: Film, TV dan lain-lain.
3.    Macam-macam media dilihat dari bahan pembuatannya
Dilihat dari bahan pembuatannya media dapat digolongkan menjadi dua macam:
a.         Media sederhana
Dalam media sederhana ada berbagai macam media, diantarnya:
(1)     Gambar atau foto; Gambar atau foto berfungsi untuk menyampaikan pesan melalui gambar yang menyangkut indera penglihatan.
(2)     Sketsa; Sketsa adalah gambar sederhana yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail.
(3)     Diagram; Diagram adalah gambar sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol.
(4)     Bagan (chart); Bagan adalah media yang berisi tentang gambar-gambar, keterangan-keterangan, daftar-daftar dan sebagianya.
(5)     Grafik; Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar, seringkali digunakan simbol-simbol verbal untuk melengkapinya. Pembagian grafik ada dua macam: grafik garis dan grafik batang.
(6)     Poster; Poster adalah media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan singkat, padat, dan impresif, karena ukurannya yang relatif besar. Poster ini berfungsi untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
(7)     Peta; Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui sistem proyeksi.
b.        Media Komplek
Dalam media komplek ada berbagai macam media, diantarnya:
(1)     Media audio; Media audio adalah media yang berkaitan dengan indera pendengaran.Terdapat beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio, antara lain: Radio, alat perekam pita magnetic (tape recorder), dan laboratorium bahasa.
(2)     Media proyeksi; Media proyeksi diam (still projected medium) memiliki persamaan dengan media grafis dalam hal menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Beberapa jenis media proyeksi antara lain: Film bingkai,  film rangkai (merupakan satu kesatuan film rangkai yang berurutan bisa dengan suara atau tanpa suara), Proyektor transparasi (OHP), proyektor tak tembus pandang (Opaque Projektor), film dan Video,
(3)     Komputer; Komputer adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, serta merupakan mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit. Komputer juga bisa didefinisikan seperti suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas seperti menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah dan menyediakan output dalam bentuk informasi.
(4)     Multimedia; Saat ini yang menjadi trend dalam dunia pendidikan sehubungan dengan pemanfaatan media, adalah dengan menggunakan berbagai media (multimedia). Disebut multimedia, karena media ini menrupakan kombinasi dari berbagai media yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu menggunakan audio, video, grafis, dan lain sebagainya. Sekarang ini multimedia diarahkan kepada komputer yang dalam perkembangannya sangat pesat dan sangat membantu dalam dunia pendidikan. Media internet yang merajalela, sejatinya telah memberikan pengaruh yang positif dalam pelaksanaan pembelajaran, diantaranya dengan adanya program e-learning, e-education, dan lain-lain.

2.3    Media Gambar
A.  Pengertian Media Gambar
Diantara media pembelajaran, gambar/foto adalah media yang paling umum digunakan orang, karena media ini mudah dimengerti dan dapat dinikmati, mudah didapatkan dan dijumpai dimana-mana, serta banyak memberikan penjelasan bila dibandingkan dengan verbal. Oleh karena itu, pepatah Cina mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak dari pada seribu kata (Sadiman, 2005: 29)
Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi dan sebagai curahan dan pikiran. (Hujair AH. Sanaky, 2009: 43). Gambar yang berwarna pada umumnya menarik perhatian. Semua macam gambar mempunyai arti, uraian, dan tafsiran sendiri-sendiri. Karaena itu gambar dapat digunakan sebagai media pendidikan dan mempunyai nilai-nilai pendidikan bagi anak-anak dan memungkinkan belajar secara efisien di sekolah.
Perbedaan antara media gambar/foto dengan verbal adalah media gambar/foto yaitu memvisualisasikan apa adanya secara detail, sedangkan kelemahan verbal (kata-kata) terletak pada keterbatasan daya ingat dalam bercerita dan menjelaskan, sehingga mungkin ada hal-hal yang tercecer atau terlupakan dalam menyampaikan pesan.
Gambar/foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Gambar ini merupakan alat visualisasi yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis. Informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena hasil yang diragakan lebih mendekati kenyataan melalui gambar yang diperlihatkan kepada anak-anak, dan hasil yang diterima oleh anak-anak akan sama.
B.  Macam-macam Media Gambar
Ada beberapa jenis media gambar/foto (Usman, 2002: 51), antara lain:
1.         Foto dokumentasi; yaitu gambar yang mempunyai nilai sejarah bagi individu maupun masyarakat
2.         Foto aktual; yaitu gambar yang menjelaskan sesuatu kejadian yang meliputi berbagai aspek kehidupan, misalnya: angin puting beliung, banjir, dan sebagainya.
3.         Foto pemandangan; yaitu gambar yang melukiskan pemandangan suatu daerah/ lokasi.
4.         Foto iklan/reklame; yaitu gambar yang digunakan untuk mempengaruhi orang atau masyarakat konsumen.
5.         Foto simbolis; yaitu gambar yang menggunakan bentuk simbol atau tanda yang mengungkapkan pesan tertentu dan dapat mengungkapkan kehidupan manusia yang mendalam serta gagasan-gagasan atau ide-ide anak didik.
C.  Kelebihan dan Kekurangan Media Gambar
Penyajian materi pelajaran dengan menggunakan gambar, tentu merupakan daya tarik tersendiri bagi pembelajar. Maka penggunaan gambar/foto harus sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan dan tujuan yang diinginkan. Selain itu penggunaan gambar dalam proses pembelajaran sangat tergantung pada kreasi dan inisiatif pengajar itu sendiri, asalkan gambar dan foto tersebut dari sisi seni bagus dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Tetapi perlu diketahui pula bahwa bagus baiknya suatu media pengajaran, tentu saja juga memiliki kelebihan dan kelemahan (Sanaky, 2009: 70).
Adapun kelebihan dan kekurangan Media Gambar adalah sebagai berikut:
a.         Kelebihan gambar atau foto
1.    Sifatnya konkret, lebih realis menunjukkan pada pokok masalah bila dibandingkan dengan verbal semata.
2.    Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu, artinya tidak semua benda, obyek, peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan pembelajar tidak dapat dibawa ke obyek tersebut. Maka perlu diciptakan dengan membuat gambar atau foto benda tersebut.
3.    Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan panca indera. Misalnya, binatang bersel satu tak mungkin dilihat dengan mata telanjang, tetapi dengan mikroskop. Apabila tidak menggunakan mikroskop, maka dapat direkayasa dengan bentuk gambar atau foto.
4.    Memperjelas suatu sajian masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja.
5.    Media ini lebih murah harganya, mudah didapatkan dan digunakan tanpa memerlukan peralatan khusus.
Jadi, penggunaan media gambar atau foto dalam proses pembelajaran sangat tergantung pada kreasi dan inisiatif pengajar, asalkan gambar atau foto tersebut dari “sisi seni baik,” dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b.         Kekurangan media gambar atau foto (Musfiqon, 2012: 75)
1.    Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata, sehingga penghayatan tentang materi kurang sempurna
2.    Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk pembelajaran
3.    Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
D.  Kriteria Pemilihan Media Gambar
Selain itu, media gambar/foto yang baik harus memenuhi enam syarat (Hujair AH. Sanaky, 2009: 71), yaitu:
1.         Harus autentik
Artinya gambar haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti apa adanya atau sesuai dengan benda aslinya.
2.         Sederhana
Komposisi gambar hendaknya cukup jelas menunjukkan poin-poin pokok dalam gambar.
3.         Ukuran relatif
Artinya gambar/foto tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar/foto harus menampilkan suatu benda atu obyek yang telah dikenal pembelajar dan sifatnya aktual.
4.         Gambar/foto harus mengandung unsur gerak dan perbuatan
Artinya gambar yang baik tidaklah menunjukkan suatu obyek atau kejadian dalam keadaan diam, tetapi memperlihatkan suatu aktivitas, kegiatan, atau perbuatan tertentu.
5.         Gambar/foto yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Mungkin saja, gambar/foto hasil karya pembelajar serigkali lebih baik walaupun dari segi mutunya kurang baik.
6.         Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus.
Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

2.4    Penggunaan Media Gambar untuk Pembelajaran Maharah Kitabah
Kitabah (menulis) merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Jika berbicara merupakan sarana untuk berkomunikasi aktif dengan orang lain sehingga ia dapat mengungkapkan perasaan dan pemikirannya, dan membaca merupakan alat yang digunakan orang untuk mengetahui sesuatu yang terjadi pada masa-masa sebelumnya, maka menulis merupakan suatu aktifitas untuk mengaktualisasikan kemampuan dirinya dan spesialisasi keilmuannya kepada publik karena dari hasil tulisannya baik berupa buku maupun sekedar naskah opini dan makalah singkat, pembaca dapat mengetahui kualitas keilmuan yang ia miliki dari spesialisasi keilmunnya (Muhammad Khalilullah: 126).
     Gambar dengan berbagai bentuk ukuran dan warnanya dapat digunakan untuk pembelajaran maharah kitabah. Hal ini tergantung pada kemampuan guru dalam menggunakan media tersebut (Abdul Wahab Rosyidi, 2012: 77). Berikut ini merupakan prosedur penggunaan media gambar untuk pembelajaran maharah kitabah:
A.  Prosedur Penggunaan Media Gambar untuk Pembelajaran Maharah Kitabah
a)         Pertama: Menyiapkan Media Gambar
Mencari atau menyiapkan gambar untuk tujuan-tujuan pengajaran yang spesifik, dalam hal ini untuk keterampilan menulis (kitabah) siswa; yaitu dengan cara memilih gambar tertentu yang akan mendukung penjelasan inti pelajaran atau pokok-pokok pelajaran. Tujuan khusus itulah yang mengarahkan minat siswa kepada pokok-pokok pelajaran.
b)        Kedua: Menyajikan Media Gambar
Memadukan gambar-gambar dengan pelajaran, sebab keefektifan penggunaan media  gambar di dalam proses pembelajaran memerlukan keterpaduan. Bilamana gambar-gambar itu akan dipakai semua, perlu dipikirkan kemungkinan dalam kaitannya dengan pokok-pokok pelajaran. Gambar-gambar yang riil sangat berfaedah untuk suatu mata pelajaran, karena maknanya akan membantu pemahaman siswa.
Penggunaan media gambar juga seharusnya secara selektif. Lebih baik menggunakan sedikt gambar yang tepat sasaran, daripada menggunakan banyak gambar tetapi tidak efektif. Banyaknya ilustrasi gambar-gambr secara berlebihan akan mengakibatkan para siswa merasa terintimidasi oleh gambar yang mereka lihat, akan tetapi tidak menghasilkan kesan atau inpresi visual yang jelas. Jadi yang terpenting adalah pemusatan perhatian pada gagasan utama. Sekali gagasan dibentuk dengan baik, ilustrasi tambahan bisa berfaidah memperbesar konsep-konsep utama. Penyajian gambar hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dengan memperagakan konsep-konsep pokok yang terpenting dari pelajaran itu, lalu disajikan gambar yang menyertainya berturut-turut secara lebih rinci.
c)         Ketiga: Lanjutan Media Gambar
Hendaknya gambar yang dipilih dapat mamancing pernyataan yang kreatif, melalui gambar-gambar para siswa akan terdorong untuk mengembangkan keterampilan berbahasa lisan dan tulisan, seni grafis dan bentuk-bentuk kegiatan lainnya. Kemampuan indera visual dalam hal ini sangat diperlukan bagi siswa dalam membaca dan mendeskripsikan gambar yang disajikan.
Oleh sebab demikian, pada tahap ini bisa dilakukan elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi terkait media gambar dan pokok pelajaran yang dilaksanakan. Untuk mengetahui tingkat ketercapaian pembelajaran, dapat dilakukan pula evaluasi atau penugasan terhadap pelajaran yang dimaksudkan. Dalam hal ini adalah keterampilan menulis (kitabah).
B.  Strategi Penggunaan Media Gambar untuk Pembelajaran Maharah Kitabah
Dewasa ini gambar secara luas dapat diperoleh dari berbagai sumber. Misalnya dari surat-surat kabar, majalah-majalah, brosur-brosur dan buku-buku. Gambar, lukisan, kartun, dan foto yang diperoleh dari berbagai sumber tersebut dapat dipergunakan oleh guru secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar.
Berikut ini akan dipaparkan beberapa uraian berkaitan dengan pemahaman terhadap media gambar yang merupakan salah satu alat yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Semua gambar mempunyai arti, uaraian, dan tafsiran sendiri. Karena itu, gambar dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan mempunyai nilai-nilai pendidikan bagi anak-anak, dan memungkinkan belajar secara efisien di sekolah.
Gambar dengan berbagai bentuk ukuran dan warnanya dapat digunakan untuk pembelajaran keterampilan menulis. Hal ini tergantung pada kemampuan guru dalam menggunakan media tersebut.  Oleh sebab itu, media ini harus digunakan dalam pembelajaran kitabah. Ada beberapa pengembangan dalam menggunakan media gambar untuk maharah kitabah, diantaranya:
1.      Menirukan gambar menarik yang bertuliskan huruf hijaiyah
Guru memberikan pada siswa gambar-gambar yang menarik berisikan huruf hijaiyah. Kemudian meminta siswa untuk meniru tulisan huruf hijaiyah tersebut.

Contoh:
Description: hiyiah.jpg







GAMBAR : 1.2
Huruf Hijaiyah
2.      Tebakan Gambar dengan kosa kata bahasa Arab(Mufrodat)
Guru memberikan kertas bergambar pada siswa dan meminta mereka untuk menyebutkan gambar apa yang ada di kertas tersebut dan meminta mereka membuat kalimat.
Description: book_bContoh:







GAMBAR : 1.3
Buku
Dengan media gambar di samping itu guru bisa menjadikan sebagai perantara dalam belajarbahasa Arab, misalnya:
Guru bertanya pada siswa : ما هذا ؟
Siswa menjawab : هذا دفتر
Kemudian guru meminta mereka untukmembuat kalimat dari mufrodat tersebut secara tertulis.

3.      Mendeskripsikan gambar
Guru menyiapkan gambar untuk siswa kemudian meminta mereka untuk mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan.
Description: original_pencil_bContoh :






GAMBAR : 1.4
Bolpoint
            Dengan gambar tersebut siswa dapat belajar maharah kitabah dengan cara mendeskripsikan apa yang ada dalam gambar tersebut. baik dari segi jenisnya, warnanya, jumlahnya, atau fungsi dan lain sebagainya. Misalnya saja dalam gambar 1.4 tersebut siswa dapat mendeskripsikannya dalam bentuk paragraf seperti ini:
هذه أقلام. ألوانها متنوعة. منها : أصفر، أزرق ، أبيض، و أحمر.  هذه إحدي من أدوات الدراسية. يحتاج الطلاب القلم للكتابة. وأنا أحتاجها أيضا. أكتب الدرس بالقلم. وتلك الأقلام مهمة جدا في حياتنا
4.      Menjabarkan idiom
Dalam artian, guru memberi gambar yang bertuliskan idiom, kemudian meminta mereka untuk menjabarkannya secara tertulis.
Description: idiom good.jpgContoh:






GAMBAR : 1.5
Idiom atau Kata Bijak
            Melihat dan memaknai gambar tersebut siswa dapat menjabarkannya dalam bentuk tulisan sesuai dengan maksud dari kata bijak yang ada di gamabar 1.5 tersebut.  Seperti :
هذا النص يدلّ على أنّ الله يأمرنا لذكر أسماء الله في كلّ بداية أعمالنا. مثلا ، أنا سأقرء الكتاب. فلا بدّ  لي أن أقول " بسم االه الرحمن الرحيم " قبل قراءته. لذلك هيا أن نتعوّد في هذا العمل.
5.      Belajar merangkai huruf
Siswa dapat lebih mudah merangkai huruf dengan melihat gambar. Karena siswa akan merasa rtertarik dan dengan gambar tersebut daya ingat siswa akan semakin kuat.
Siswa dapat menirukan rangkaian huruf yang ada dalam gambar tersebut dengan menulisnya ulang di buku catatannya masing-masing. Siswa juga dapat berlatih sendiri tanpa ada pengontrolan.
Description: rangkai huruf good.jpgContoh gambar :







GAMBAR : 1.6
Merangkai huruf hijaiyah
6.      Menulis dengan menggambar
Guru bisa memberi variasi dalam metode mengajar maharah kitabah dengan membuat kalimat yang di desain dengan gambar. Metode ini akan lebih memberi refresh pada otak siswa dalam menulis. Desain yang digambar oleh siswa bersifat bebas. Agar siswa juga bisa meningkatkan  kreatifitasnya dalam mengembangkan keterampilannya.

Contoh gambar :
Description: desain gambar. goodjpg.jpg






GAMBAR : 1.7
Menulis Arab dengan mendesain
7.      Pembelajaran kosa kata (mufrodat) berbentuk gambar
Ketika kita belajar bahsda, maka kita pasti akan belajar mufrodat. Begitupun dalam pembelajaran kitabah, kita akan dituntut untuk memperkaya mufrodat yang kita miliki. Dalam hal ini, untuk mempermudah jalannya belajar kitabah, maka lebih baiknya saat guru memberi mufrodat pada siswa, mufrodat tersebut juga bebrbentuk gambar. Agar ketertarikan siswa dalam mengenal dan menghafal mufrodat itu ada.
Description: lisan good.jpgContoh gambar:







GAMBAR : 1.8
Mufrodat (kosa kata) yang disertai gambar
8.      Menertibkan susunan kalimat yang belum beraturan
Siswa harus sering mendapatkan latihan kitabah, baik menulis murni apa yang ada dalam fikirannya ataupun tidak. Apalagi dalam hal menyusun kalimat, siswa harus mulai belajar dari kalimat yang ringan. Untuk mengimbau dari rasa malas atau bosan, maka guru bisa memotif kalimat-kalimat tersebut denagn gambar.
مرسمة

 
رجل
 
كتب
 
بـِ
 
Contoh:


GAMBAR : 1.9
Kalimat yang Belum Beraturan
Apabila di susun yang benar menjadi,
كتب رجل بمرسمة
9.      Mengembangkan satu huruf hijaiyah ke beberapa mufrodat yang bergambar
Untuk melatih siswa dalam menulis mufrodat, maka sebaikya guru menngunakan media gambar dengan mengembangkan satu hruf hijaiyah ke beberapa bentuk mufrodat dan menulisnya beberapa kali. Selain agar siswa smakin kaya akan mufrodat, tetapi juga agar siswa terbiasa menuli Arab dan tidak akan terjadi kesalahan dalam kitabah.
Contoh:
Description: A.jpgGuru menggunakan huruf hijaiyah alif dan mengembangkannya ke beberpa mufrodat yang berhubungan dengan anggota badan yang di awali dengan huruf hijaiyah, Kemudian siswa menulisanya.
Contoh:
Alif =
Alif  bisa dikembangkan ke Mufrodat yang didesain gambar, sebagaimana berikut:
Description: asnan good.jpgDescription: isba' good.jpgDescription: uzhun good.jpg




        GAMBAR: 1.10           GAMBAR:1.11              GAMBAR:1.12
                   Jari                                Gigi                               Telinga

BAB III
PENUTUP


1.1    Kesimpulan
Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat memancing keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar. Penggunaan media pembelajaran dalam pengajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan-isi pelajaran pada waktu yang sama.
Media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang dapat berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk komunikasi (proses belajar mangajar) dengan tujuan dapat menyalurkan pesan dari pengirim (pengajar) ke penerima (pebelajar) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa, serta perhatian siswa dalam proses belajar mengajar.
Media pembelajaran yang dapat digunakan dalam poroses belajar mengajar banyak sekali macamnya, salah satunya yaitu media gambar. Media gambar representasi termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber (pengajar) ke penerima pesan (pebelajar), dimana pesan dituangkan melalui lambang atau symbol komunikasi visual yang harus difahami benar agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien.
Seperti halnya kemampuan berbicara (kalam), kemampuan menulis (kitabah) mengandalkan kemampuan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif. Namun dalam penggunaan bahasa sehari-hari, berbicara dilakukan dalam jumlah dan frekuensi yang lebih tinggi daripada menulis. Selain frekuensinya yang tinggi berbicara pada umumnya dilakukan secara spontan, tanpa banyak kesempatan untuk memperhatikan kaidah penggunaan bahasa secara semestinya.
Kitabah adalah kumpulan dari kata yang tersusun dan mengandung arti, karena kitabah tidak akan terbentuk kecuali dengan adanya kata yang beraturan. Tujuan dari pembelajaran maharah kitabah yaitu mampu menulis dan memahami beragam wacana, tulisan, dan mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan.
Teknik dan strategi penggunaan media gambar untuk pembelajaran maharah kitabah bisa dilakukan dengan sevariatif mungkin. Improfisasi dan kreasi guru dalam hal ini sangat dibutuhkan. Berikut ini diantara beberapa contohnya, seperti: menirukan gambar menarik yang bertuliskan huruf hijaiyah, tebakan gambar dengan kosa kata bahasa arab(mufrodat), mendeskripsikan gambar, menjabarkan idiom, belajar merangkai huruf, menulis dengan menggambar, pembelajaran kosa kata (mufrodat) berbentuk gambar, menertibkan susunan kalimat yang belum beraturan, mengembangkan satu huruf hijaiyah ke beberapa mufrodat yang bergambar dan lain-lain.

1.2    Saran
Penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperdalam pemahaman mahasiswa agar memperoleh wawasan lebih luas tentang teori-teori kependidikan, teknik-teknik pengajaran dan pengembangan media dalam pembelajaran, lebih-lebih mahasiswa-mahasiswa pada studi Pendidikan Bahasa Arab untuk bekal menjadi seorang pendidik kelak.
Makalah ini juga baik untuk dijadikan literature bacaan, acuan penelitian, bahan kajian-kajian kependidikan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA


Anshor, Ahmad Muhtadi. 2009. Pengajaran Bahasa Arab: Media dan Metode-metodenya. Yogyakarta: Penerbit Teras
Asnawir dan M. Basyiruddin Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers
Hamalik, Oemar. 1982. Media Pendidikan. Bandung: Penerbit Alumni
Khalilullah, Muhammad. Media Pembelajaran Bahasa Arab. Yogyakarta: Aswaja Pressindo
Musfiqon. 2012. Pengembangan Media Dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher
Rohani, Ahmad. 1997. Media Intruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta
Rosyidi, Abdul Wahab. 2012. Media Pembelajaran Bahasa Arab. Malang: UIN Maliki Press
Sadiman, Arief S., dkk. 2006. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan Dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sanaky, Hujair. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press
Sanjaya, Wina. 2009. Perencanaan dan Desain System Pembelajaran. Jakarta: PT Fajar Interpratama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar